Tipe Idler merupakan komponen penting pada belt conveyor, dengan banyak jenis dan jumlah. Fungsinya untuk menopang sabuk, mengurangi hambatan berjalan pada sabuk, dan menjaga vertikalitas sabuk dalam batas tertentu untuk menjamin kelancaran pengoperasian sabuk.
Berdasarkan kegunaannya, roller diklasifikasikan menjadi roller penyelaras, roller penyangga, roller palung, dan roller paralel. Fungsi roller self-aligning adalah untuk mengoreksi penyimpangan belt conveyor. Biasanya, roller penyelarasan otomatis berbentuk palung putar dipasang pada bagian konveyor beban berat, dan roller penyelaras otomatis paralel dipasang pada bagian tanpa beban. Rol penyangga diterapkan pada rangka ekor sesuai dengan situasi aktual. Saat menerima material, hal ini dapat mengurangi dampak material pada belt, yang bermanfaat bagi masa pakai belt yang panjang. Rol palung umumnya terdiri dari dua rol samping dan satu rol datar. Sudut palung umumnya 30 derajat. Untuk konveyor sabuk yang dapat dilepas, ketiga rol dari trough roller berengsel satu sama lain, sehingga disebut roller artikulasi. Roller paralel umumnya merupakan roller panjang yang dipasang pada ujung bawah yang menahan tekanan, sehingga disebut roller bawah.
Bahan roller dibagi menjadi dua jenis yaitu roller baja dan plastik. Ada tiga jenis dudukan bantalan untuk roller: besi cor, stempel pelat baja, dan plastik fenolik.
Segel rol dibagi menjadi baja dan plastik. Segelnya diisi dengan minyak di bagian dalamnya.Kualitas roller secara langsung mempengaruhi konsumsi daya belt conveyor dan umur belt. Oleh karena itu, penyegelan debu yang andal dan pelumasan yang baik merupakan standar penggunaan yang penting.
Roller menyumbang 35% dari total biaya konveyor sabuk dan menghasilkan lebih dari 70% hambatan, sehingga kualitas roller sangat penting.
Standar
Dampak runout radial idler pada belt conveyor: dalam kisaran runout yang ditentukan oleh negara, belt conveyor dapat tetap berjalan dengan lancar, jika tidak maka belt conveyor akan bergetar secara resonansi, menyebabkan material terlempar dan lingkungan menjadi tercemar. Semakin tinggi kecepatannya, semakin kecil runout radialnya. Jumlah yang ditentukan dalam standar nasional negara saya adalah 0,7 mm, dan jumlah yang ditentukan dalam standar JIS Jepang adalah 0,5 mm.
Dampak fleksibilitas roller pada belt conveyor: Selama pengoperasian belt conveyor, fleksibilitas roller sangatlah penting.Jika fleksibilitas roller tidak baik dan koefisien hambatan putaran tinggi, seluruh sistem konveyor sabuk akan membutuhkan lebih banyak daya, mengkonsumsi lebih banyak listrik, dan terkadang menyebabkan pita robek, motor terbakar, dan dalam kasus yang lebih serius, dapat menyebabkan kebakaran. Oleh karena itu, pemilihan roller dengan koefisien tahanan rotasi yang rendah (sebaiknya kurang dari 0,020) merupakan bagian penting dari desain dan pemilihan konveyor sabuk.
Dampak pergerakan aksial pada konveyor sabuk: Teknologi pembuatan konveyor sabuk di negara saya semakin maju. Namun pergerakan aksial masih menjadi topik yang perlu diperhatikan, karena teknologi pembuatan pita dan teknologi pemasangan konveyor sabuk di negara saya masih setara dengan dunia. Ada kesenjangan besar antara negara-negara maju, dan sabuk pengaman sering kali menyimpang. Jika gerakan aksial roller besar maka akan menyebabkan kerusakan dini pada roller. Umumnya, lebih baik mengontrol gerakan aksial dalam jarak 0,5-0,7 mm.
Ada lima kriteria lain untuk menilai kualitas roller:
1. Kinerja rol yang tahan debu
2. Kinerja roller yang tahan air
3. Kinerja roller yang menahan beban aksial
4. Resistensi dampak rol
5. Kehidupan pelayanan rol