Sekarang belt conveyor telah menjadi peralatan utama untuk mengangkut material curah, dan penggunaannya memiliki sejarah selama 200 tahun. Pada tahun 1795, digunakan di Eropa dan Amerika untuk mengangkut biji-bijian. Setelah abad kedua puluh, penerapan belt conveyor menjadi semakin luas, dan menjadi alat transportasi utama batubara dan bijih besi. Di beberapa bidang, telah menggantikan alat transportasi umum seperti mobil, kapal laut dan kereta api, sehingga sangat menghemat biaya transportasi. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, dengan berkembangnya industri dan ilmu pengetahuan dan teknologi, karakteristik pengangkutan berkapasitas besar, jarak jauh dan kecepatan sabuk yang tinggi telah menjadi arus utama perkembangan konveyor sabuk. Belt conveyor banyak digunakan dalam bidang industri seperti metalurgi, pertambangan, industri kimia, pelabuhan dan pembangkit listrik. Konveyor sabuk terutama digunakan untuk mengangkut material curah, dan memiliki karakteristik transportasi yang tidak dimiliki moda transportasi lain, sehingga menunjukkan kinerja ekonomi yang baik. Keuntungan utama dari konveyor sabuk adalah sebagai berikut.
(1) Resistensi lari yang rendah. Idler yang digunakan untuk menopang ban berjalan dapat diputar, yang sangat mengurangi hambatan pengoperasian.
(2) Jarak pengangkutan yang jauh. Karena karakteristik desain dan pemasangannya, ban berjalan dapat diangkut dalam jarak jauh, dan jarak umumnya tidak dibatasi.
(3) Kinerja ekonomi yang baik. Dengan jarak angkut yang sama dan berat barang yang sama, maka biaya belt conveyor lebih murah dibandingkan jenis alat angkut lainnya. Dan biaya desain, manufaktur, instalasi dan pemeliharaan relatif rendah.
(4) Sudut kemiringan pengangkutan besar. Konveyor kemiringan besar yang dikembangkan sekarang dapat meningkatkan sudut kemiringan pengangkutan hingga 60°-90°.
Ini adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh peralatan pengangkut jenis lain.
5) Kecepatan tinggi. Kecepatan sabuk yang digunakan di Tiongkok telah mencapai 3,5-4,2m/s, yang cepat dan efisien. Dengan berkembangnya belt conveyor skala besar, selain keunggulan di atas juga terdapat keunggulan daya yang tinggi, konsumsi daya yang rendah, pengoperasian sistem transmisi yang lancar, dan lain-lain, sehingga pengoperasiannya aman dan andal, lebih mudah dikendalikan secara otomatis, dan siklus penggunaan yang panjang. Untuk mencapai konfigurasi sistem konveyor yang terbaik, harus dioptimalkan dalam proses desain. Meskipun konveyor sabuk meningkatkan efisiensi pengangkutan, mengurangi biaya, dan juga memenuhi kebutuhan transportasi jarak jauh dan volume besar, konveyor sabuk juga membuat desainnya semakin kompleks, mempertimbangkan lebih banyak faktor, dan juga meningkatkan biaya ekonomi. Saat ini, desain konveyor sabuk terutama mengadopsi metode desain tradisional, dan dirancang berdasarkan akumulasi pengalaman dan parameter desain selama bertahun-tahun. Metode tradisional hanya dapat dipenuhi dengan desain konveyor jarak pendek, termasuk struktur, ukuran dan pemrosesan serta manufaktur, dll., tetapi tidak dapat menganalisis masalah dinamis sistem, dan karakteristik gerakan dalam proses pengangkutan tidak terlibat. Khusus untuk konveyor jenis baru, kinerja pengangkutan jarak jauh, kecepatan tinggi, dan lainnya membuat beberapa masalah asli dengan dampak kecil menjadi menonjol, seperti mahalnya biaya keseluruhan alat berat, masalah hambatan yang berjalan dalam proses pengangkutan, pemilihan motor penggerak dan ketegangan sabuk yang tidak normal.
6) Karena spesifikasi dan model konveyor sabuk berbeda, biaya investasinya pun berbeda. Secara umum, semakin jauh jarak pengangkutan, semakin tinggi pula biayanya. Saat ini, konveyor jarak jauh banyak digunakan, sehingga perlu dilakukan desain struktural dan analisis kinerja yang wajar untuk mengurangi biaya. Biaya utama yang harus diperhatikan dalam proses pengolahan dan pembuatan konveyor adalah: ban berjalan, motor penggerak, rangka dan idler.
7) (1) Kurangi jumlah rol. Tergantung pada jenis sabuk, lebar, dan kecepatan lari, desain jarak idler berbeda-beda. Jumlah roller secara langsung mempengaruhi biaya, sehingga jarak penyangga harus dirancang secara wajar, hubungan antara stabilitas operasi dan biaya harus dipertimbangkan, dan jarak penyangga harus dikurangi sebanyak mungkin dengan dasar menjamin stabilitas operasi. Teknologi ini mengurangi biaya dan mengurangi masalah resonansi selama pengoperasian belt conveyor.
(2) Kurangi hambatan berjalan pada konveyor. Konveyor akan menghasilkan hambatan berjalan dan mengkonsumsi energi selama pengoperasian, sehingga hambatan berjalan perlu dikurangi semaksimal mungkin. Besar kecilnya hambatan berjalan berhubungan langsung dengan kualitas pemrosesan, pembuatan dan pemasangan roller.
(3) Mengurangi biaya ban berjalan. Dalam pemilihan belt conveyor perlu dipilih jenis yang mempunyai tegangan rendah dan kekuatan rendah, sehingga dapat menekan biaya belt conveyor. Penggunaan metode penggerak gesekan garis multi titik dan metode penggerak tersegmentasi dapat mengurangi ketegangan pada ban berjalan.
(4) Pilih sistem penggerak yang masuk akal. Perangkat penggerak merupakan perangkat tenaga energi pada konveyor, yang seringkali menggunakan daya tinggi untuk memenuhi kebutuhan torsi awal, namun juga akan menimbulkan masalah getaran pada konveyor. Untuk mengurangi getaran, para peneliti telah mengembangkan teknologi start-up baru, yang diimplementasikan menggunakan teknologi soft-start. Saat ini, perangkat soft start yang umum digunakan meliputi konverter frekuensi, coupler hidraulik pengatur kecepatan, perangkat soft start CST, dll., yang telah meningkatkan manfaat ekonomi secara signifikan.